Jumat, 26 Juni 2015

Menanti Buka di Waktu Senja


Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yaitu kegembiraa ketika dia berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya..” “[HR. Muslim]

Sahabat muda…, Ramadhan bulan nan Agung datang menyapa lagi nih. Sudah pada siap-siap belum ya?. Sebagaian dari kalian mungkin kaget. Haah.!!,  sudah Ramadhan lagi ya, rasanya kaya baru bulan kemarin puasa, kok sudah mau puasa lagi. Siap ndak siap kita kudu mengisinya dengan penuh manfaat, plus jiwa yang full taat. Bagi yang masih ragu, yuk mantapkan niat agar lurus tak berliku. Bagi yang sudah lupa ilmunya, yuk buka-buka lagi bukunya dan ikuti kajian tentang Ramadhan, agar amalan kita penuh makna. Temen-temen, kalau kemarin kita sering lalai, bahkan kadang ninggalin kewajiban, inilah saatnya nunjukin jati diri sebagai generasi yang beriman. Ayo buktikan taqwamu..!!

Sabtu, 21 Maret 2015

Setiap Kita Adalah Pemenang


Sahabatku…, kadang kalanya manusia merasa dirinya serba kurang, kurang beruntung, kurang ganteng, kurang cantik, kurang kaya, kurang mujur nasibnya jika dibandingkan dengan orang lain. Hal ini biasanya disebabkan karena manusia melupakan anugrah yang amat besar, sementara  fokus berfikir pada kekurangan yang kecil. Sebagai contoh seseorang yang tersandung, kemudian jempol kakinya berdarah akan sangat merasa sakit dan menderita jika hanya terlalu fokus berfikir tentang nasib  jempol kakinya yang berdarah itu. Tapi kalau dia menyadari bahwa seluruh tubuhnya masih tetap sehat wal afiat ia tak akan merasakan kesakitan yang  besar pada jempol kakinya.

Sabtu, 14 Februari 2015

Tetap Bersinar di Jaman Edan


Kata orang zaman sekarang ini sering disebut dengan zaman edan. Disebut zaman edan karena telah mewabahnya virus ”kegilaan” yang telah menyebar luas dalam kehidupan. Kegilaan dalam hal apa sih?, kegilaan dalam bersikap, berprilaku dan bertindak dimana antara kebenaran dan keburukan, antara yang haq dengan bathil telah dijungkir-balikan. Sesuatu yang benar bisa dianggap salah sedangkan sesuatu yang salah bisa dianggap benar. Hasil utama dari kegilaan inilah yang telah memunculkan adanya penyimpangan disana-sini. Dan celakanya penyimpangan-penyimpangan itu mendapat pengakuan sebagai hal yang biasa-biasa saja bahkan menjadi hal yang dibenarkan menurut kebanyakan orang.

Senin, 12 Januari 2015

Teruslah Bergerak.., Karena Diam Itu Menghanyutkan


Ada sepenggal pengalaman dari nelayan Negeri Sakura yang mencari ikan di tengah lautan luas. Lautan tersebut cukup jauh dari daratan. Mereka menangkap ikan Salmon untuk dibawa ke daratan. Orang Jepang menginginkan ikan yang segar yang mereka konsumsi. Namun ikan Salmon yang dibawa para nelayan tersebut telah mati ketika sampai di daratan sehingga tidak segar lagi. Hal ini membuat para nelayan berpikir bagaimana caranya agar ikan yang ditangkap di lautan tidak mati ketika sampai di daratan.

Senin, 01 September 2014

Pembelajar Sejati

                     

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS. Al-Mujadilah: 11)

Sahabat semua, belajar adalah sebuah proses dari belum tahu menjadi tahu. Begitulah gambaran sederhana yang telah kita pahami bersama. Belajar bagi sebagian orang adalah kegiatan “resmi” yang terkungkung dalam system adan aturan yang ketat. Ia adalah “ritual” yang cukup menakutkan dan cukup membosankan. Dalam benak orang-orang seperti ini, belajar merupakan hal yang amat membosankan karena akan selalu menghadapi  tumpukan buku tebal, mengejar tugas, wayangan dan seabreg pekerjaan-pekerjaan rumah lainnya.

Pesona Jiwa Sang Permata


Sahabat muda…, untuk edisi kali ini saya mohon ijin pada kalian, tulisan ini saya spesial-kan kepada suadriku para remaja putri. Sebuah kisah senantiasa mengikuti alam pikirku, yaitu kisah gadis penjual susu pada masa Khalifah Umar bin Khatab r.a.. Dikisahkan pada masa khalifah Umar bin Khatab r.a., beliau Sang Khalifah adalah pemimpin teladan yang rajin banget melakukan ronda keliling kampung pada malam hari. Sebagai seorang pemimpin dia ingin memastikan keadaan dan keamanaan rakyatnya. Ketika menghampiri suatu rumah, beliau berhenti sejenak, karena mendengar sayup-sayup percakapan dari dalam rumah tersebut. Beliaupun nguping percakapan tersebut dengan seksama. Ternyata penghuni rumah adalah seorang janda dan seorang gadis anaknya yang bekerja sebagai penjual susu sederhana, dengan modal kecil seadanya.

3 Tipe Penyeru Kebaikan


    Perjalanan mudik Idul Fitri 2014 kemarin merupakan pengalaman baru bagi saya dan keluarga. Inilah pertama kali saya, istri dan anak-anak naik Bus dari Klaten ke Purbalingga.Tahun ini kami ingin mencoba menikmati perjalanan tanpa beban dengan Bus Patas AC yang terkenal dengan kenyamanannya.
    Di sepanjang perjalanan ketika istri dan anak-anak tertidur, saya berpikir dan merenungi tentang beberapa elemen dari sistem kerja Bus yang sedang saya naiki ini. Namanya PO Effisiensi, sepertinya PO inilah yang menguasai trayek Jogja-Purwokerto & Jogja-Cilacap karena menejemen dan pelayanannya yang amat baik. Saya menarik sebuah analogi diantara elemen yaitu Sopir, Kondektur, dan Agen Bus yang saya temui ke dalam 3 Tipe penyeru kebaikan, baik perseorangan, lembaga training, lembaga pendidikan, lembaga dakwah dan sejenisnya. Analogi ini saya rasakan cocok karena sering saya renungi  ketika berada di pusaran penyeru kebaikan tersebut.