Senin, 01 September 2014
3 Tipe Penyeru Kebaikan
Perjalanan mudik Idul Fitri 2014 kemarin merupakan pengalaman baru bagi saya dan keluarga. Inilah pertama kali saya, istri dan anak-anak naik Bus dari Klaten ke Purbalingga.Tahun ini kami ingin mencoba menikmati perjalanan tanpa beban dengan Bus Patas AC yang terkenal dengan kenyamanannya.
Di sepanjang perjalanan ketika istri dan anak-anak tertidur, saya berpikir dan merenungi tentang beberapa elemen dari sistem kerja Bus yang sedang saya naiki ini. Namanya PO Effisiensi, sepertinya PO inilah yang menguasai trayek Jogja-Purwokerto & Jogja-Cilacap karena menejemen dan pelayanannya yang amat baik. Saya menarik sebuah analogi diantara elemen yaitu Sopir, Kondektur, dan Agen Bus yang saya temui ke dalam 3 Tipe penyeru kebaikan, baik perseorangan, lembaga training, lembaga pendidikan, lembaga dakwah dan sejenisnya. Analogi ini saya rasakan cocok karena sering saya renungi ketika berada di pusaran penyeru kebaikan tersebut.
3 Tipe Penyeru Kebaikan:
1. Tipe Sopir Bus
Tipe yang pertama yaitu penyeru kebaikan model Sopir Bus. Sopir Bus adalah orang yang bekerja mengendalikan perjalanan bus. Ia orang terdepan yang paling paham ke mana bus akan menuju dan bagaimana jalur mencapai tujuan itu.Bahkan ia pun sudah menyiapkan alternatif-alternatif jalur jika ada kemacetan dan hambatan.Dapat dikatakan secara manusiawi seisi bus percaya dan pasrah pada kendali si Sopir.
Dalam dunia penyeru kebaikan, tipe ini adalah mereka-mereka yang memahami dan bahkan telah menjalankan tujuan kebaikan yang akan disampaikan kepada para peserta. Merekalah para inisator dan konseptor kebaikan. Targetan-targetan kebaikan yang dijadikan indikator keberhasilan sebuah program telah ia laksanakan sebagaimana tradisi yang selalu mengalir pada dirinya. Jika ia seorang guru ia telah paham dan bahkan telah terbiasa menjalankan apa yang akan disampaikan kepada anak didiknya. Jika ia menyuruh anak didiknya untuk sholat dhuha, tilawah dan sholat berjamaah secara otomatis hal tersebut telah menjadi rutinitas yang bermakna bagi sang guru tersebut.Ia mengubah kebaikan-kebaikan yang sudah ada dirinya menjadi program-program yang bermanfaat bagi banyak orang.
2. Tipe Kondektur Bus
Tipe yang kedua adalah tipe Kondektur Bus. Kondektur Bus biasanya duduk pada tempat duduk didekat pintu bagian belakang bus. Pada bus jarak dekat malah biasanya kondektur bus berdiri menggelantung di bagian pintu. Walau ia berdiri menggelantung ia akan tetap ikut kemana bus berjalan menuju tujuan.
Dalam dunia penyeru kebaikan, tipe ini adalah mereka-mereka yang sejatinya belum paham betul kemana tujuan kebaikan yang hendak dicapai. Tapi karena mereka selalu "ngikut" pesan-pesan kebaikan yang melekat pada sistem di tengah-tengah mereka, pada akhirnya mereka akan tetap dapat memahami dan melaksanakan tujuan kebaikan tersebut. Bisa jadi mereka belum baik-baik amat, tapi karena masuk dan mengikuti "sistem" yang baik pada akhirnya mereka pun ikut menjadi baik pula.Bisa jadi dia belum bisa baca Al-Qur'an, tapi karena berada di lembaga yang tujuannya Qur'ani, maka dengan tekad kuat akhirnya ia bisa membaca Qur'an juga. ia tak biasa Sholat Dhuha tapi karena sistem membiasakannya ia akan rajin Sholat Dhuha.
3. Tipe Agen Bus
Tipe yang ketiga adalah tipe agen bus. Agen Bus adalah tempat dimana penumpang bisa memesan tiket perjalanan. Di tempat ini penumpang akan mendapat penjelasan perjalanan mencapai tujuan. Setelah penumpang membayar, agen menyerahkan tiket dan kemudian penumpang naik ke dalam bus, maka tugas agen selesai. agen kembali duduk ke tempat semula tanpa harus mengikuti perjalanan bus.
Dalam dunia penyeru kebaikan model ketiga ini adalah mereka yang hanya "berbisnis" dalam kebaikan. Mereka biasanya berada dalam lembaga kebaikan dengan mengedepankan "jasa" Pendidikan, Motivasi, bimbingan, nasehat dan sejenisnya. Mereka punya slogan, punya motto, punya visi dan tujuan yang baik dan memfasilitasi peserta menuju ke tujuan baik tersebut tanpa sering mengevaluasi dirinya menjadi baik atau tidak. Mereka bisa jadi membuat orang "nggeh" untuk melakukan kebaikan karena omongannya, tapi sesungguhnya yang mengjak tak ada kepedulian untuk melakukan kebaikan tersebut. Mereka mensholehkan orang tanpa berfikir dirinya sudah sholeh atau belum. Mereka punya ketrampilan memotivasi dengan full peserta untuk dapat menjalankan targetan-targetan kebaikan, tapi sayang mereka kurang terampil untuk peduli "praktek" untuk dirinya sendiri
Demikian 3 Tipe penyeru kebaikan. Semoga Bermanfaat. Mari merenung kira-kira kita masuk tipe yang mana. Ya Rabbi.., ampuni segala khilaf dan dosa hamba. Amin
Wallahualam bishawab
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Monggo Saling Belajar