Senin, 01 September 2014

Pembelajar Sejati

                     

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(QS. Al-Mujadilah: 11)

Sahabat semua, belajar adalah sebuah proses dari belum tahu menjadi tahu. Begitulah gambaran sederhana yang telah kita pahami bersama. Belajar bagi sebagian orang adalah kegiatan “resmi” yang terkungkung dalam system adan aturan yang ketat. Ia adalah “ritual” yang cukup menakutkan dan cukup membosankan. Dalam benak orang-orang seperti ini, belajar merupakan hal yang amat membosankan karena akan selalu menghadapi  tumpukan buku tebal, mengejar tugas, wayangan dan seabreg pekerjaan-pekerjaan rumah lainnya.
Belajar adalah proses, ia adalah jalan panjang yang tak kenal ruang dan waktu. Pembelajar sejati adalah mereka yang menjadikan langkah-langkahnya di dunia ini semuanya adalah proses pembelajaran. Bagi pembelajar sejati belajar bukan hanya ada di sekolah, pelatihan, seminar dan urusan pendidikan formal yang lainnya. Tapi kehidupan ini adalah objek pembelajarnannya. Apa yang terjadi pada dirinya, orang lain, lingkungan semuanya adalah sumber belajar. Dari sinilah maka muncul istilah Belajar Sepanjang Hayat.
Semangat dan antusias mencari hikmah dari setiap sisi kehidupan adalah karakter para pembelajar sejati. Dia adalah petarung-petarung hebat di bangku belajar, jago akademik tapi dia juga orang-orang yang arif, generasi baru yang muncul di tengah-tengah masyarakat. Keikhlasannya dalam menuntut ilmu menjadikan ia tetap komitmen tanpa kenal lelah untuk menimba ilmu-ilmu baru yang bermanfaat bagi dirinya, dan berguna bagi orang banyak. Maka salah satu karakter yang lain dari Sang Pembelajar sejati adalah mereka tidak egois, tak serakah dalam urusan ilmu. Karena pada prinsipnya ilmu yang mereka dapatkan merupakan investasi jangka panjang untuk kebaikan yang berguna bagi sesamanya.
            Sahabat semua, berikut adalah beberapa tanda-tanda pembelajar sejati:   
1- Membuahkan ilmu yang bermanfaat
Ilmu yang didapat oleh pembelajar sejati tersebut akan memberikan manfaat kepada pemiliknya khususnya, ia semakin banyak ilmu dan semakin terisi dengan hikmah. Tidak hanya itu, manfaat ilmunya juga meluas kepada orang-orang di sekitarnya dengan akhlaknya yang semakin mulia serta ilmu yang telah ia raih ia tularkan kepada orang-orang di sekelilingnya.
2- Mengamalkan ilmu
Ilmu dicari untuk diamalkan. Ketika seseorang memiliki keteguhan dan keikhlasan dalam menuntut ilmu, maka ia akan mengerti bahwa ilmu yang ia cari bukanlah tujuan akhir, tetapi bekal dia untuk menjalani kehidupan sehingga ia akan berusaha mengamalkan setiap ilmu yang ia miliki. Adapun tipe para pembelajar yang praktis, maka mengamalkan ilmu bukanlah tujuan yang hendak ia capai. Bagi orang-orang seperti ini belajar hanya sampai pada level tahu/mengerti, tanpa harus mengamalkan.

4- Semakin tunduk dan takut kepada Rabb-Nya
Ini adalah buah dari ilmu yang bermanfaat, ilmu yang dicari semata-mata karena mengharap Ridho-Nya. Pembelajar sejati semakin banyak ilmunya ia akan semakin paham betul betapa keagungan-Nya sehingga ia akan semakin takut dan tunduk kepada-Nya serta menjadikan ilmunya jiwa dalam beribadah kepada Nya.

5- Membenci pujian dan ketenaran
Senang dipuji dan cinta ketenaran adalah awal malapetaka pada diri seorang penuntut ilmu. Karena dengan itu ia akan tidak focus lagi belajar. Tapi akan terus bagaimana menikmati ketenaran dan pujaan.

6- Semakin rendah hati.
Bagai ilmu padi, semakin banyak ilmu yang ia dapat akan membuat ia semakin rendah hati, tidak angkuh, dan tidak sombong di hadapan orang lain. Hikmah ilmu yang ia dapatkan telah menjadikan ia semakin arif menjadi manusia


            Wallahu’alam bishawwab..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo Saling Belajar