“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan
kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah
niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan:
"Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat.
Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan.
(QS. Al-Mujadilah: 11)
Sahabat
semua, belajar adalah sebuah proses dari belum tahu menjadi tahu. Begitulah gambaran
sederhana yang telah kita pahami bersama. Belajar bagi sebagian orang adalah
kegiatan “resmi” yang terkungkung dalam system adan aturan yang ketat. Ia
adalah “ritual”
yang cukup menakutkan dan cukup membosankan. Dalam benak orang-orang seperti
ini, belajar merupakan hal yang amat membosankan karena akan selalu menghadapi tumpukan buku tebal, mengejar tugas, wayangan
dan seabreg pekerjaan-pekerjaan rumah lainnya.
Belajar
adalah proses, ia adalah jalan panjang yang tak kenal ruang dan waktu.
Pembelajar sejati adalah mereka yang menjadikan langkah-langkahnya di dunia ini
semuanya adalah proses pembelajaran. Bagi pembelajar sejati belajar bukan hanya
ada di sekolah, pelatihan, seminar dan urusan pendidikan formal yang lainnya.
Tapi kehidupan ini adalah objek pembelajarnannya. Apa yang terjadi pada
dirinya, orang lain, lingkungan semuanya adalah sumber belajar. Dari sinilah
maka muncul istilah Belajar Sepanjang
Hayat.
Semangat
dan antusias mencari hikmah dari setiap sisi kehidupan adalah karakter para
pembelajar sejati. Dia adalah petarung-petarung hebat di bangku belajar, jago
akademik tapi dia juga orang-orang yang arif, generasi baru yang muncul di
tengah-tengah masyarakat. Keikhlasannya dalam menuntut ilmu menjadikan ia tetap
komitmen tanpa kenal lelah untuk menimba ilmu-ilmu baru yang bermanfaat bagi
dirinya, dan berguna bagi orang banyak. Maka salah satu karakter yang lain dari
Sang Pembelajar sejati adalah mereka tidak egois, tak serakah dalam urusan
ilmu. Karena pada prinsipnya ilmu yang mereka dapatkan merupakan investasi
jangka panjang untuk kebaikan yang berguna bagi sesamanya.
Sahabat semua, berikut
adalah beberapa tanda-tanda pembelajar sejati:
1- Membuahkan ilmu yang bermanfaat
Ilmu yang didapat oleh pembelajar sejati tersebut akan memberikan
manfaat kepada pemiliknya khususnya, ia semakin banyak ilmu dan semakin terisi
dengan hikmah. Tidak hanya itu, manfaat ilmunya juga meluas kepada orang-orang
di sekitarnya dengan akhlaknya yang semakin mulia serta ilmu yang telah ia raih
ia tularkan kepada orang-orang di sekelilingnya.
2- Mengamalkan ilmu
Ilmu dicari untuk diamalkan. Ketika seseorang memiliki keteguhan dan
keikhlasan dalam menuntut ilmu, maka ia akan mengerti bahwa ilmu yang ia cari
bukanlah tujuan akhir, tetapi bekal dia untuk menjalani kehidupan sehingga ia
akan berusaha mengamalkan setiap ilmu yang ia miliki. Adapun tipe para
pembelajar yang praktis, maka mengamalkan ilmu bukanlah tujuan yang hendak ia
capai. Bagi orang-orang seperti ini belajar hanya sampai pada level
tahu/mengerti, tanpa harus mengamalkan.
4- Semakin tunduk dan takut kepada Rabb-Nya
Ini adalah buah dari ilmu yang bermanfaat, ilmu yang dicari semata-mata
karena mengharap Ridho-Nya. Pembelajar sejati semakin banyak ilmunya ia akan
semakin paham betul betapa keagungan-Nya sehingga ia akan semakin takut dan
tunduk kepada-Nya serta menjadikan ilmunya jiwa dalam beribadah kepada Nya.
5- Membenci pujian dan ketenaran
Senang dipuji dan cinta ketenaran adalah awal malapetaka pada diri
seorang penuntut ilmu. Karena dengan itu ia akan tidak focus lagi belajar. Tapi
akan terus bagaimana menikmati ketenaran dan pujaan.
6- Semakin rendah hati.
Bagai ilmu padi, semakin banyak ilmu yang ia dapat akan membuat ia
semakin rendah hati, tidak angkuh, dan tidak sombong di hadapan orang lain.
Hikmah ilmu yang ia dapatkan telah menjadikan ia semakin arif menjadi manusia
Wallahu’alam
bishawwab..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Monggo Saling Belajar