Senin, 01 September 2014

Pesona Jiwa Sang Permata


Sahabat muda…, untuk edisi kali ini saya mohon ijin pada kalian, tulisan ini saya spesial-kan kepada suadriku para remaja putri. Sebuah kisah senantiasa mengikuti alam pikirku, yaitu kisah gadis penjual susu pada masa Khalifah Umar bin Khatab r.a.. Dikisahkan pada masa khalifah Umar bin Khatab r.a., beliau Sang Khalifah adalah pemimpin teladan yang rajin banget melakukan ronda keliling kampung pada malam hari. Sebagai seorang pemimpin dia ingin memastikan keadaan dan keamanaan rakyatnya. Ketika menghampiri suatu rumah, beliau berhenti sejenak, karena mendengar sayup-sayup percakapan dari dalam rumah tersebut. Beliaupun nguping percakapan tersebut dengan seksama. Ternyata penghuni rumah adalah seorang janda dan seorang gadis anaknya yang bekerja sebagai penjual susu sederhana, dengan modal kecil seadanya.
Karena kebutuhan hidup, si ibu ingin mendapatkan keuntungan yang banyak.  Maka ia pun memerintahkan  anaknya agar mencampur susu dengan air. Sang ibu berkata," Wahai anakku, segeralah tambahkan air ke dalam susu ini supaya terlihat banyak sebelum matahari terbit". Kemudian anaknya pun menjawab, " Maaf ibu..,  kita ndak boleh lho melakukan kecurangan seperti ini, karena Khalifah Umar bin Khatab melarang kita berbuat hal seperti itu," sang ibu pun mendesak dan menjelaskan kembali, " Wahai anakku tidak mengapa, kan Khalifah Umar ndak akan tahu, dia kan ndak ada disini ." Pada akhirnya  anaknya pun membalas dan menjawab kembali, " memang benar khalifah ndak  tahu bu.., tapi Tuhan Khalifah pasti mengetahui,"
Mendengar jawaban gadis itu, Sang Khalifah tertegun terharu.., bahkan sempat meneteskan air mata. Hatinya bergetar sehingga berkecamuklah keinginannya untuk menikahkan putranya, Ashim dengan gadis itu. Singkat cerita.., akhirnya Khalifah pun berhasil menikahkan putranya dengan sang gadis penjual susu itu. Dari pernikahan mereka, lahirlah keturunan yang cemerlang,  yang telah menuliskan sejarah Indah ummat Islam. Generasi cemerlang tersebut bernama Umar bin Abdul Aziz, Sang Khalifah yang mengguncang sejarah.
Saudariku…., mungkin kisah diatas tak lagi asing di telinga kita. Tapi inspirasi yang terkandung di dalamnya amat di rindukan di zaman modern ini. Zaman yang sering dikenal sebagai zaman edan, dimana “kegilaan” telah mewarnai sendi kehidupan. Mencari wanita yang benar-benar baik di zaman ini sepertinya lebih sulit ketimbang mencari wanita yang tidak baik, atau kurang baik. Lebih-lebih kalau kita mencarinya dari kalangan ABG atau kalangan remaja putri seperti kalian. Maka sungguh benar sabda Rasulullah  SAW: “ Dunia adalah perhiasan…, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita Shalihah”.
Wanita sholihah adalah permata yang memancarkan kilaunya di tengah-tengah gelapnya zaman. Mereka memberikan aura kesejukan dalam panasnya dunia modern yang bergelimpang kemaksiatan. Hadirnya sungguh menyejukan batin bagi jiwa-jiwa perindu kedamaian abadi. Tingkah dan akhlaknya cerminan pribadi yang mapan dan gambaran kekuatan dalam ketaatan pada rabb-Nya. Keberadaannya  penuh pesona berbalut kemuliaan karena menutup auratnya agar terhindar dari fitnah akhir zaman.
Sungguh betapa mulianya engkau saudariku…, maka janganlah kau tukarkan kemuliaan itu dengan apa pun yang ada di dunia ini. Jangan kau biarkan kemuliaanmu pudar dikarenakan kesenangan-kesenangan dunia yang hanya sesaat saja datangnya. Jangan biarkan kilaumu hilang, walau kau berada pada kubangan kotoran sekali pun. Dan yakinlah keteguhan kalian akan membawa kebahagiaan sejati  di dunia maupun di akhirat yang akan engkau rasakan selama-lamanya.
Sahabatku para remaja putri…, setidaknya ada 3 pesonamu yang harus selalu kau jaga:
Yang pertama pesona Keimananmu.., jagalah terus hubungan baik dengan Allah SWT. Karena inilah sumber sejati kekutanmu. Basuhlah hatimu dengan kalam ilahi agar keimanan akan senantisa bergelora di hati. Hiasi waku-waktumu dengan berdzikir karena ia akan mengasah ketajamanmu dalam berfikir. Basauhlah parasmu dengan air wudhu.., sesungguhnya ialah yang memancarkan pesona hakiki menandingi pesona semu dari kosmetik-kosmetik termahal di dunia sekali pun.  Tunduklah dalam ketawadhuan menghamba kepada-Nya, karena inilah sumber kelembutanmu yang tiada tara.
Yang kedua pesona akhlakmu…., jagalah terus akhlakmu yang bak rembulan itu. Setelah secara individu pribadimu baik, pancarkanlah kebaikan itu kepada mereka yang ada di sekitarmu. Kuatkan terus kejujuranmu, karena ia adalah mata uang yang dimana-mana pasti berlaku. Beradalah di tengah-tengah mereka, bersamailah mereka, ajaklah mereka kepada jalan kebenaran yang kau yakini. Teruslah jaga akhlakmu yang baik itu, jangan sampai kau terjebak oleh pasukan-pasukan syetan yang tak akan pernah berhenti untuk menggodamu. Karena sekali kau jatuh dalam rayuan gombalnya, lalu berbuat nista.., kau akan terhinakan selama-lamanya.
Yang ketiga pesona potensimu…, jagalah terus potensimu agar senantiasa berkembang. Kembangkanlah ia karenanya engkau akan menjadi insan yang berguna. Bukan hanya berguna bagi dirimu saja, tapi berguna bagi keluarga, ummat, bangsa dan Negara. Karena ummat begitu merindukan sosok muslimah yang memiliki keahlian di bidang-bidang penting dalam kehidupan.
Wallahu a’lam bishawab


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo Saling Belajar