Sahabat muda…, untuk edisi kali ini saya mohon ijin pada kalian,
tulisan ini saya spesial-kan kepada suadriku para remaja putri. Sebuah kisah
senantiasa mengikuti alam pikirku, yaitu kisah gadis penjual susu pada masa
Khalifah Umar bin Khatab r.a.. Dikisahkan pada masa khalifah Umar bin Khatab
r.a., beliau Sang Khalifah adalah pemimpin teladan yang rajin banget melakukan
ronda keliling kampung pada malam hari. Sebagai seorang pemimpin dia ingin
memastikan keadaan dan keamanaan rakyatnya. Ketika menghampiri suatu rumah,
beliau berhenti sejenak, karena mendengar sayup-sayup percakapan dari dalam
rumah tersebut. Beliaupun nguping percakapan tersebut dengan seksama. Ternyata
penghuni rumah adalah seorang janda dan seorang gadis anaknya yang bekerja
sebagai penjual susu sederhana, dengan modal kecil seadanya.
Karena kebutuhan hidup, si ibu ingin
mendapatkan keuntungan yang banyak. Maka
ia pun memerintahkan anaknya agar
mencampur susu dengan air. Sang ibu berkata," Wahai anakku, segeralah
tambahkan air ke dalam susu ini supaya terlihat banyak sebelum matahari
terbit". Kemudian anaknya pun menjawab, " Maaf ibu.., kita ndak boleh lho melakukan kecurangan
seperti ini, karena Khalifah Umar bin Khatab melarang kita berbuat hal seperti
itu," sang ibu pun mendesak dan menjelaskan kembali, " Wahai anakku
tidak mengapa, kan Khalifah Umar ndak akan tahu, dia kan ndak ada disini ."
Pada akhirnya anaknya pun membalas dan
menjawab kembali, " memang benar khalifah ndak tahu bu.., tapi Tuhan Khalifah pasti
mengetahui,"
Mendengar jawaban gadis itu, Sang Khalifah tertegun
terharu.., bahkan sempat meneteskan air mata. Hatinya bergetar sehingga
berkecamuklah keinginannya untuk menikahkan putranya, Ashim dengan gadis itu. Singkat
cerita.., akhirnya Khalifah pun berhasil menikahkan putranya dengan sang gadis
penjual susu itu. Dari pernikahan mereka, lahirlah keturunan yang
cemerlang, yang telah menuliskan sejarah
Indah ummat Islam. Generasi cemerlang tersebut bernama Umar bin Abdul Aziz,
Sang Khalifah yang mengguncang sejarah.
Saudariku…., mungkin kisah diatas tak lagi
asing di telinga kita. Tapi inspirasi yang terkandung di dalamnya amat di rindukan
di zaman modern ini. Zaman yang sering dikenal sebagai zaman edan, dimana “kegilaan”
telah mewarnai sendi kehidupan. Mencari wanita yang benar-benar baik di zaman
ini sepertinya lebih sulit ketimbang mencari wanita yang tidak baik, atau
kurang baik. Lebih-lebih kalau kita mencarinya dari kalangan ABG atau kalangan
remaja putri seperti kalian. Maka sungguh benar sabda Rasulullah SAW: “ Dunia adalah perhiasan…, dan
sebaik-baik perhiasan adalah wanita Shalihah”.
Wanita sholihah adalah permata yang memancarkan
kilaunya di tengah-tengah gelapnya zaman. Mereka memberikan aura kesejukan
dalam panasnya dunia modern yang bergelimpang kemaksiatan. Hadirnya sungguh
menyejukan batin bagi jiwa-jiwa perindu kedamaian abadi. Tingkah dan akhlaknya cerminan pribadi yang mapan dan
gambaran kekuatan dalam ketaatan pada rabb-Nya. Keberadaannya penuh pesona berbalut kemuliaan karena menutup
auratnya agar terhindar dari fitnah akhir zaman.
Sungguh betapa mulianya engkau saudariku…, maka
janganlah kau tukarkan kemuliaan itu dengan apa pun yang ada di dunia ini.
Jangan kau biarkan kemuliaanmu pudar dikarenakan kesenangan-kesenangan dunia
yang hanya sesaat saja datangnya. Jangan biarkan kilaumu hilang, walau kau
berada pada kubangan kotoran sekali pun. Dan yakinlah keteguhan kalian akan
membawa kebahagiaan sejati di dunia
maupun di akhirat yang akan engkau rasakan selama-lamanya.
Sahabatku para remaja putri…, setidaknya ada 3
pesonamu yang harus selalu kau jaga:
Yang pertama pesona Keimananmu.., jagalah terus
hubungan baik dengan Allah SWT. Karena inilah sumber sejati kekutanmu. Basuhlah
hatimu dengan kalam ilahi agar keimanan akan senantisa bergelora di hati. Hiasi
waku-waktumu dengan berdzikir karena ia akan mengasah ketajamanmu dalam
berfikir. Basauhlah parasmu dengan air wudhu.., sesungguhnya ialah yang
memancarkan pesona hakiki menandingi pesona semu dari kosmetik-kosmetik
termahal di dunia sekali pun. Tunduklah
dalam ketawadhuan menghamba kepada-Nya, karena inilah sumber kelembutanmu yang
tiada tara.
Yang kedua pesona akhlakmu…., jagalah terus
akhlakmu yang bak rembulan itu. Setelah secara individu pribadimu baik,
pancarkanlah kebaikan itu kepada mereka yang ada di sekitarmu. Kuatkan terus
kejujuranmu, karena ia adalah mata uang yang dimana-mana pasti berlaku. Beradalah
di tengah-tengah mereka, bersamailah mereka, ajaklah mereka kepada jalan
kebenaran yang kau yakini. Teruslah jaga akhlakmu yang baik itu, jangan sampai
kau terjebak oleh pasukan-pasukan syetan yang tak akan pernah berhenti untuk
menggodamu. Karena sekali kau jatuh dalam rayuan gombalnya, lalu berbuat
nista.., kau akan terhinakan selama-lamanya.
Yang ketiga pesona potensimu…, jagalah terus
potensimu agar senantiasa berkembang. Kembangkanlah ia karenanya engkau akan
menjadi insan yang berguna. Bukan hanya berguna bagi dirimu saja, tapi berguna
bagi keluarga, ummat, bangsa dan Negara. Karena ummat begitu merindukan sosok
muslimah yang memiliki keahlian di bidang-bidang penting dalam kehidupan.
Wallahu a’lam bishawab

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Monggo Saling Belajar