Kata orang zaman sekarang ini sering disebut dengan zaman edan. Disebut
zaman edan karena telah mewabahnya virus ”kegilaan” yang telah menyebar luas
dalam kehidupan. Kegilaan dalam hal apa sih?, kegilaan dalam bersikap,
berprilaku dan bertindak dimana antara kebenaran dan keburukan, antara yang haq
dengan bathil telah dijungkir-balikan. Sesuatu yang benar bisa dianggap
salah sedangkan sesuatu yang salah bisa dianggap benar. Hasil utama dari
kegilaan inilah yang telah memunculkan adanya penyimpangan disana-sini. Dan
celakanya penyimpangan-penyimpangan itu mendapat pengakuan sebagai hal yang biasa-biasa
saja bahkan menjadi hal yang dibenarkan menurut kebanyakan orang.
Begitu juga dengan kisah yang dituturkan oleh mbak Sandrina Malakiano,
mantan presenter sebuah TV swasta nasional yang terkenal dengan program
beritanya. Sejak memutuskan untuk berjilbab, sosok Sandrina Malakiano tak lagi nongol
tampil membawakan berita, Ia seperti menghilang begitu saja. TV tempat ia
bekerja melarangnya mengenakan jilbab pada saat siaran di studio. Presenter memakai
jilbab menurut manajemen TV tersebut adalah susuatu yang salah. Akan tetapi
coba perhatikan., presenter-presenter lain tampil begitu seksi dan vulgar, tapi
yang begitan yang dianggap benar menurut manajemen TV tersebut.
Kisah serupa juga terjadi di rumah sakit, lembaga dan perusahaan-perusahan
lainnya, yang tak jarang melakukan pemecatan kepada karyawati/pegawainya yang
memutuskan untuk mengenakan jilbab. Termasuk
yang belum lama kita dengar ketika ramai-ramainya wacana Polwan berjilbab,
adalah pernyataan Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna yang mengungkapkan jika
ingin memakai jilbab, mending Polwan keluar saja dari Polri. Tapi Alhamdulillah,
Kapolri sepakat polwan yang berkeinginan pakai jilbab diperbolehkan memakainya
hanya perlu disesuaikan dengan seragam kedinasan. Hari gini .., masih nglarang muslimah pakai jilbab...??
”Apa kata akhairat...!!!”
Sahabatku para pemuda.., penggalan fakta-fakta diatas mewakili banyak
fakta-fakta serupa lainnya yang terjadi di akhir zaman ini. Sesorang yang teguh
dalam keimanan dan kebenaran akan terasa asing dalam kehidupan masyarakat luas.
Bukan karena ia mengasingkan diri, tapi karena memang kebathilan yang telah
menyebar sehingga membuat yang haq menjadi sesuatu yang aneh. Sekali
lagi bukan karena membuat dirinya menjadi asing, tetapi memang norma dan nilai
telah bergeser menyingkirkan kebenaran yang hakiki. Sehingga kebenaran yang
sejati dianggap sesuatu yang kuno dan tabu. Hal ini sungguh menjadi kebenaran bukti
Risalah Rasulullah SAW, beliau telah bersabda “Sesungguhnya Islam datang
dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka
berbahagialah orang-orang yang dikatakan asing.” (HR. Muslim dari hadits
Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma)
Sahabatku.., kita sebagai generasi muslim sejati harus bertekad menjadi pelita
dalam kegelapan hidup di zaman edan ini. Maka tetaplah bersinar wahai kalian
generasi harapan. Teruslah pancarkan sinarmu di mana pun tempat dan tembuslah
kelamnya zaman. Sesungguhnya mengamalkan Islam kita pada zaman seperi ini
adalah kumpulan ladang kebaikan. Teruslah menjadi pribadi yang memperbaiki
diri. Perbaikilah terus dirimu.., dan ajaklah orang lain ke dalam kebaikan yang
kita yakini. Mari kita mulai dari apa yang kita bisa untuk bertindak dan
berkarya sekarang ini jua. Mari kita gerakan potensi yang kan terus berkembang
tiada henti, menembus sendi-sendi jahiliyah modern di akhir zaman ini.
Biarlah mengapa engkau diolok-olok ”sok suci..”. Tetaplah tenang.., santai
aja sambil menjawab, ”dari pada loe sok najis”. Biarlah mengapa kau dicibir
”sok alim”. Tetep cool, jawablah, ”dari pada loe sok kafir”. Lama-lama mereka
yang mencibir juga akan merasakan kehadiran kita yang membawa kebaikan. Cepat
atau lambat mereka juga akan merasakan getaran cinta yang kita hembuskan penuh
keikhlasan.
Tetaplah bersabar sahabatku..., walau perjuangan itu terasa begitu panas menyengat.
Yakinlah bahwa bersabar memegang keteguhan di akhir zaman merupakan amalan yang
luar biasa pahalnya. Sampai-sampai Allah SWT menganugrahi mereka yang bersabar
dalam menegakan kebaikan di akhir zaman dengan pahala 50 kali amalan para
Sahabat Nabi. Nabi bersabda di hadapan sahabat-sahabatnya: “Sesungguhnya di
belakang kalian ada hari-hari di mana orang yang sabar ketika itu seperti
memegang bara api. Mereka yang mengamalkan sunnah pada hari itu akan
mendapatkan pahala lima puluh kali dari kalian yang mengamalkan amalan
tersebut. Para Shahabat bertanya: “Mendapatkan pahala lima puluh kali dari kita
atau dari mereka?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab: “Bahkan
lima puluh kali pahala dari kalian”. (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah,
Ibnu Hibban dan Hakim).
Wallahua’lam
bishawab...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Monggo Saling Belajar