Membahas “istilah
generasi muda” memang ndak pernah ada akhirnya. Kata “Pemuda” sering digunakan
untuk mewakili istilah generasi muda yang di dalamnya terdapat kaum laki-laki
dan perempuan. Walaupun dalam kehidupan
berbahasa kadang sering dibedakan antara pemuda dan pemudi berdasarkan jenis
kelaminnya, tapi pada dasarnya kata “pemuda” telah mewakili kedua-duanya. Kata pemuda memiliki banyak versi makna. Secara
umum disebutkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pemuda bermakna setiap
orang yang masih muda. Sedangkan lebih detail disebut dalam Undang-Undang Nomor
40 tahun 2009 tentang kepemudaan, mendefinisikan pemuda adalah mereka yang
berusia antara 16 tahun hingga 30 tahun. Selain itu, secara psikologis mendengar
kata “pemuda” akan membuat orang berpikir tentang sosok yang memiliki energi lebih,
semangat membara, kekuatan yang tiada habisnya, daya kreasi yang tak pernah henti,
dan generasi penerus kepemimpinan di masa depan. Secara garis besar dapat kita simpulkan
bahwa pemuda adalah mereka yang sedang berada pada usia produktif, berkembang
dan bergerak terus menuju kemapanan fisik maupun mental.
Rabu, 08 Juni 2016
Senin, 23 Mei 2016
Memandang Unik.., Nilai Akademik
Kawan.., beberapa
waktu yang lalu teman-teman kita kelas IX SMP dan kelas XII SMA baru saja
menempuh Ujian Nasional tahun 2016. Ujian Nasional merupakan evaluasi tahap
akhir yang dilaksanakan secara nasional dan serentak di seluruh wilayah
Indonesia. Tujuan dari ujian ini, tidak lain adalah sebagai bentuk standarisasi
nilai yang diberlakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) kepada semua sekolah tanpa memandang status sekolah negeri atau
swasta, di perkotaan ataupun di pelosok desa. Semua mendapat aturan yang sama,
porsi yang sama, mengikat, jelas, dan tegas.
Senin, 17 Agustus 2015
Padamu Pewaris Negeri
Hari Jumat, 17 Agustus 1945
bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364 H kumandang kemerdekaan menggema seantero
Nusantara. Pagi itu mentari baru saja menyapa di waktu Dhuha. Para pendiri
bangsa berkumpul dan memproklamirkan kemerdekaan negeri tercinta dengan penuh
semangat membahana. Tonggak sejarah telah tercatat dengan tinta emas bahwa
negeri Indonesia telah berdaulat. Pengorbanan dan perjuangan jiwa raga para
pahlawan telah menuai cita-cita mulia berupa
kemerdekaan yang didapat.
Rabu, 12 Agustus 2015
Happy Ending yang Dirindukan
Sahabatku yang baik, bayingin
kalo kamu lagi sholat Isya berjamaah dengan
bacaan imam yang puanjang-puanjang, trus 5 detik sebelum salam eeh kamu malah
kentut. Apa yang terjadi?, sholatmu yang hampir 15 menitan itu pasti batal
jadinya. Begitu juga dengan pelajar yang telah berbulan-bulan belajar nyiapin
ujian. Pas hari H ujian sebenarnya dilalui dengan mantap, eeh waktu kurang 10
menit malah menghapus LJK sampai sobek. sehingga harus ganti soal dan LJK baru
dalam jangka waktu pengerjaan yang tak memungkinkani. Hasilnya, nilai ujian
jadi amat mengecewakan. Ada juga tim sepak bola yang selama hampir 90 menit bejuang
mati-matian menjaga keunggulan tipis 1-0 atas tim lawan. Di detik-detik akhir
sebelum pertandingan usai malah kebobolan. Dengan hasil imbang tim ini harus
tersingkir, dan gagal melaju ke putaran berikutnya. Peristiwa-peristiwa serupa
menjunjukan bahwa dalam kehidupan keadaan di waktu akhir sungguh amatlah menentukan.
Jumat, 26 Juni 2015
Menanti Buka di Waktu Senja
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yaitu
kegembiraa ketika dia berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya..”
“[HR. Muslim]
Sahabat
muda…, Ramadhan bulan nan Agung datang menyapa lagi nih. Sudah pada siap-siap
belum ya?. Sebagaian dari kalian mungkin kaget. Haah.!!, sudah Ramadhan lagi ya, rasanya kaya baru
bulan kemarin puasa, kok sudah mau puasa lagi. Siap ndak siap kita kudu
mengisinya dengan penuh manfaat, plus jiwa yang full taat. Bagi yang masih
ragu, yuk mantapkan niat agar lurus tak berliku. Bagi yang sudah lupa ilmunya,
yuk buka-buka lagi bukunya dan ikuti kajian tentang Ramadhan, agar amalan kita
penuh makna. Temen-temen, kalau kemarin kita sering lalai, bahkan kadang ninggalin
kewajiban, inilah saatnya nunjukin jati diri sebagai generasi yang beriman. Ayo
buktikan taqwamu..!!
Sabtu, 21 Maret 2015
Setiap Kita Adalah Pemenang
Sahabatku…,
kadang kalanya manusia merasa dirinya serba kurang, kurang beruntung, kurang
ganteng, kurang cantik, kurang kaya, kurang mujur nasibnya jika dibandingkan
dengan orang lain. Hal ini biasanya disebabkan karena manusia melupakan anugrah
yang amat besar, sementara fokus
berfikir pada kekurangan yang kecil. Sebagai contoh seseorang yang tersandung,
kemudian jempol kakinya berdarah akan sangat merasa sakit dan menderita jika hanya
terlalu fokus berfikir tentang nasib jempol kakinya yang berdarah itu. Tapi kalau
dia menyadari bahwa seluruh tubuhnya masih tetap sehat wal afiat ia tak akan
merasakan kesakitan yang besar pada
jempol kakinya.
Sabtu, 14 Februari 2015
Tetap Bersinar di Jaman Edan
Kata orang zaman sekarang ini sering disebut dengan zaman edan. Disebut
zaman edan karena telah mewabahnya virus ”kegilaan” yang telah menyebar luas
dalam kehidupan. Kegilaan dalam hal apa sih?, kegilaan dalam bersikap,
berprilaku dan bertindak dimana antara kebenaran dan keburukan, antara yang haq
dengan bathil telah dijungkir-balikan. Sesuatu yang benar bisa dianggap
salah sedangkan sesuatu yang salah bisa dianggap benar. Hasil utama dari
kegilaan inilah yang telah memunculkan adanya penyimpangan disana-sini. Dan
celakanya penyimpangan-penyimpangan itu mendapat pengakuan sebagai hal yang biasa-biasa
saja bahkan menjadi hal yang dibenarkan menurut kebanyakan orang.
Langganan:
Postingan (Atom)






