Rabu, 08 Juni 2016

Realita Generasi Muda Masa Kini




          Membahas “istilah generasi muda” memang ndak pernah ada akhirnya. Kata “Pemuda” sering digunakan untuk mewakili istilah generasi muda yang di dalamnya terdapat kaum laki-laki dan  perempuan. Walaupun dalam kehidupan berbahasa kadang sering dibedakan antara pemuda dan pemudi berdasarkan jenis kelaminnya, tapi pada dasarnya kata “pemuda” telah mewakili kedua-duanya.  Kata pemuda memiliki banyak versi makna. Secara umum disebutkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pemuda bermakna setiap orang yang masih muda. Sedangkan lebih detail disebut dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan, mendefinisikan pemuda adalah mereka yang berusia antara 16 tahun hingga 30 tahun. Selain itu, secara psikologis mendengar kata “pemuda” akan membuat orang berpikir tentang sosok yang memiliki energi lebih, semangat membara, kekuatan yang tiada habisnya, daya kreasi yang tak pernah henti, dan generasi penerus kepemimpinan di masa depan. Secara garis besar dapat kita simpulkan bahwa pemuda adalah mereka yang sedang berada pada usia produktif, berkembang dan bergerak terus menuju kemapanan fisik maupun mental.
Berdasarkan hasil Sensus Penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia yang berusia dalam rentang 16 sampai 30 tahun berjumlah sekitar 62 juta jiwa atau lebih dari 26 persen jumlah total penduduk Indonesia pada tahun tahun tersebut. Ini merupakan presentase yang amat besar. Coba bayangkan begitu besarnya jumlah dan potensi pemuda di tanah air ini. Akan begitu hebatnya negeri ini jika setiap potensi pemuda terarahkan untuk kebaikan. Tapi sebaliknya, bisa hancur negeri ini jika pemuda-pemudanya malah melakukan pembobrokan terhadap potensi-potensi yang mereka miliki. Sebagaimana seorang ulama pernah berpendapat, bahwa kebaikan suatu bangsa akan bergantung pada kebaikan akhlak pemudanya. Hal ini membuktikan bahwa pemuda adalah subjek vital yang memegang parananan penting dalam keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sahabat sekalian…, berdasarkan tingkah laku, jalan hidup dan peranan yang mereka lakukan di jaman modern ini, generasi muda digolongkan menjadi tiga kelompok:
Pertama, pemuda yang salah arah
Tipe generasi muda yang pertama ini adalah mereka yang kadung berada di area hitam, dan sepertinya sulit sekali untuk kembali ke arah yang benar. Mereka menganggap dunia merekalah yang mereka cari selama ini. Dunia seperti ini biasanya tak jauh kaitannya dengan pergaulan bebas, club malam, pesta mabuk-mabukan, pesta narkoba, kumpul kebo dan tindak kemaksiatan lainnya. Mereka anggap dengan dunianya itu mereka mendapatkan kebahagiaan sejati yang selama ini diidam-idamkan. Bisa jadi, akan tiba suatu waktu dimana terlintas di pikiran mereka, muncul kesadaran bahwa apa yang mereka jalani merupakan suatu hal yang buruk, tapi perasaan “kadung nyemplung” dan “jeratan ketagihan” membuat mereka sulit sekali ke luar dari area ini.
Kelompok ini akan sadar sesadar-sadarnya bahwa apa yang mereka lakukan itu keliru, setelah  penyesalan besar datang menghampiri. Bagi mereka yang kumpul kebo akan sadar, jika telah hamil di luar nikah atau tertular HIV. Bagi mereka yang suka pesta narkoba akan sadar jika telah sakauw dan ketagihan yang luar biasa. Saat itulah hati kecil mereka meronta dan bergejolak kepengin rasanya kembali ke jalan yang benar. Tetapi, itu semua pun belum tentu bisa menghantarkan mereka kembali 100% kepada arah kebaikan.
Yang perlu jadi peringatan adalah tidak semua yang masuk ke dalam kelompok ini karena keinginannya sendiri, kadang ada yang dijebak, kadang ada pula karena iseng saja ingin coba-coba. Akan tetapi setelah jeratan-jeratan syetan menghujam jiwa, mereka sudah hampir tak bisa lepas lagi dari area hitam ini. Maka untuk keburukan dan kejahatan.., janganlah coba-coba !.
Kedua, Pemuda yang tak tentu arah
Tipe generasi muda yang kedua ini adalah mereka yang ngambang, seperti tak punya visi hidup sendiri. Apa yang mereka lakukan tergantung kekuatan besar yang ada di sekeliling mereka. Lingkungan memiliki peranan penting dalam membentuk kelompok yang satu ini. Posisi mereka selalu terombang-ambing terbawa gelombang. Mudah terbang mengikuti angin mana yang berhembus. Inilah generasi muda yang penuh dengan kebimbangan. Masih dalam masa pencarian dan masih labil menjalani kehidupan.
Jika mereka berada pada lingkungan masjid yang kuat pengaruhnya, mereka menjadi sosok pemuda sholeh dan sholehah yang rajin beribadah. Bahkan bergabung jadi pengurus remaja masjid dan berperan pula sebagai asisten pengajar TPA. Akan tetapi ketika mereka berada di lingkungan lain, di sisi kehidupan yang lain,  dimana yang muncul arus kekuatan pergaulan bebas dan kumpul kebo sebagaimana yang dilakukan kelompok pemuda yang salah arah, maka mereka pun enjoy untuk bergabung, mengikuti dan menikmati keberadaanya di lingkungan itu. Sehingga sering muncul istilah “Sholat oke…, maksiat jalan terus..”.  
            Oleh karena itu, tidak mengherankan jika ada pemuda kalm, eh ternyata ketangkap basah nyimpen video porno di HPnya. Ada gadis berjilbab yang keliatanya sholehah, eh…ternyata hamil di luar nikah. Ada pelajar yang sepertinya biasa-biasa saja, eh.., ternyata kejerat narkoba. Dan masih banyak eh…ternyata – eh…ternyata yang lainnya. Iiih.., Ngeri ya !
Ketiga, pemuda yang punya arah
Tipe generasi muda yang ketiga ini adalah mereka yang memiliki visi hidup yang jelas, yang senantiasa dalam rel kebaikan. Mereka adalah kelompok pemuda visoner yang memiliki tekat kuat untuk mewujudkan impian dan cita-citanya. Mereka sudah memahami betul potensi apa saja yang ada dalam dirinya dan kemana potensinya tersebut harus diarahkan. Dengan begitu mereka senantiasa menggunakan waktu dalam manajemen yang baik, tanpa membuangnya dengan kesia-siaan. Mereka terus belajar, berjuang dan berkarya. Oleh karena itu, dengan kerja kerasnya mereka akan tampil menjadi sosok pemuda-pemuda yang berprestasi.
            Model pemuda seperti inilah yang menjadi pemuda harapan. Merekalah yang sesungguhnya paling cocok untuk menjalankan amanah sebagai penerus estafet kepemimpinan di negeri ini. Selain secara pribadi mereka telah mantap, baik mantap secara moral, intelektual maupun spiritual, mereka juga punya kepedulian untuk berperan memperbaiki lingkungan sekitar. Rasa empati dan tanggungjawab telah memanggil mereka untuk senantiasa tampil dalam peran-peran perubahan menuju perbaikan. Pemuda seperti inilah yang sesungguhnya telah dilantangkan oleh Bung Karno, “Berikan padaku sepuluh orang pemuda…, maka akan ku goncang dunia”.
            Sahabatku…., tanyalah pada dirimu.., kira-kira masuk tipe pemuda yang mana ya?. Saya berharap kalian adalah tipe pemuda yang ketiga, pemuda yang punya arah. Tapi kalau belum…, setidak-tidaknya tipe pemuda kedua yang sedang merapat pada kekuatan arus kebaikan. Sehingga tak akan lama lagi akan menjadi pemuda tipe yang ketiga.***
Wallahua’lam bishawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo Saling Belajar