Sahabatku…,
kadang kalanya manusia merasa dirinya serba kurang, kurang beruntung, kurang
ganteng, kurang cantik, kurang kaya, kurang mujur nasibnya jika dibandingkan
dengan orang lain. Hal ini biasanya disebabkan karena manusia melupakan anugrah
yang amat besar, sementara fokus
berfikir pada kekurangan yang kecil. Sebagai contoh seseorang yang tersandung,
kemudian jempol kakinya berdarah akan sangat merasa sakit dan menderita jika hanya
terlalu fokus berfikir tentang nasib jempol kakinya yang berdarah itu. Tapi kalau
dia menyadari bahwa seluruh tubuhnya masih tetap sehat wal afiat ia tak akan
merasakan kesakitan yang besar pada
jempol kakinya.
Sabtu, 21 Maret 2015
Sabtu, 14 Februari 2015
Tetap Bersinar di Jaman Edan
Kata orang zaman sekarang ini sering disebut dengan zaman edan. Disebut
zaman edan karena telah mewabahnya virus ”kegilaan” yang telah menyebar luas
dalam kehidupan. Kegilaan dalam hal apa sih?, kegilaan dalam bersikap,
berprilaku dan bertindak dimana antara kebenaran dan keburukan, antara yang haq
dengan bathil telah dijungkir-balikan. Sesuatu yang benar bisa dianggap
salah sedangkan sesuatu yang salah bisa dianggap benar. Hasil utama dari
kegilaan inilah yang telah memunculkan adanya penyimpangan disana-sini. Dan
celakanya penyimpangan-penyimpangan itu mendapat pengakuan sebagai hal yang biasa-biasa
saja bahkan menjadi hal yang dibenarkan menurut kebanyakan orang.
Senin, 12 Januari 2015
Teruslah Bergerak.., Karena Diam Itu Menghanyutkan
Ada
sepenggal pengalaman dari nelayan Negeri Sakura yang mencari ikan di tengah
lautan luas. Lautan tersebut cukup jauh dari daratan. Mereka menangkap ikan Salmon
untuk dibawa ke daratan. Orang Jepang menginginkan ikan yang segar yang mereka
konsumsi. Namun ikan Salmon yang dibawa para nelayan tersebut telah mati ketika
sampai di daratan sehingga tidak segar lagi. Hal ini membuat para nelayan berpikir
bagaimana caranya agar ikan yang ditangkap di lautan tidak mati ketika sampai
di daratan.
Senin, 01 September 2014
Pembelajar Sejati
“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan
kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah
niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan:
"Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat.
Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan.
(QS. Al-Mujadilah: 11)
Sahabat
semua, belajar adalah sebuah proses dari belum tahu menjadi tahu. Begitulah gambaran
sederhana yang telah kita pahami bersama. Belajar bagi sebagian orang adalah
kegiatan “resmi” yang terkungkung dalam system adan aturan yang ketat. Ia
adalah “ritual”
yang cukup menakutkan dan cukup membosankan. Dalam benak orang-orang seperti
ini, belajar merupakan hal yang amat membosankan karena akan selalu menghadapi tumpukan buku tebal, mengejar tugas, wayangan
dan seabreg pekerjaan-pekerjaan rumah lainnya.
Pesona Jiwa Sang Permata
Sahabat muda…, untuk edisi kali ini saya mohon ijin pada kalian,
tulisan ini saya spesial-kan kepada suadriku para remaja putri. Sebuah kisah
senantiasa mengikuti alam pikirku, yaitu kisah gadis penjual susu pada masa
Khalifah Umar bin Khatab r.a.. Dikisahkan pada masa khalifah Umar bin Khatab
r.a., beliau Sang Khalifah adalah pemimpin teladan yang rajin banget melakukan
ronda keliling kampung pada malam hari. Sebagai seorang pemimpin dia ingin
memastikan keadaan dan keamanaan rakyatnya. Ketika menghampiri suatu rumah,
beliau berhenti sejenak, karena mendengar sayup-sayup percakapan dari dalam
rumah tersebut. Beliaupun nguping percakapan tersebut dengan seksama. Ternyata
penghuni rumah adalah seorang janda dan seorang gadis anaknya yang bekerja
sebagai penjual susu sederhana, dengan modal kecil seadanya.
3 Tipe Penyeru Kebaikan
Perjalanan mudik Idul Fitri 2014 kemarin merupakan pengalaman baru bagi saya dan keluarga. Inilah pertama kali saya, istri dan anak-anak naik Bus dari Klaten ke Purbalingga.Tahun ini kami ingin mencoba menikmati perjalanan tanpa beban dengan Bus Patas AC yang terkenal dengan kenyamanannya.
Di sepanjang perjalanan ketika istri dan anak-anak tertidur, saya berpikir dan merenungi tentang beberapa elemen dari sistem kerja Bus yang sedang saya naiki ini. Namanya PO Effisiensi, sepertinya PO inilah yang menguasai trayek Jogja-Purwokerto & Jogja-Cilacap karena menejemen dan pelayanannya yang amat baik. Saya menarik sebuah analogi diantara elemen yaitu Sopir, Kondektur, dan Agen Bus yang saya temui ke dalam 3 Tipe penyeru kebaikan, baik perseorangan, lembaga training, lembaga pendidikan, lembaga dakwah dan sejenisnya. Analogi ini saya rasakan cocok karena sering saya renungi ketika berada di pusaran penyeru kebaikan tersebut.
Sebelum Penyesalan Abadi Datang
Langganan:
Postingan (Atom)






