Sahabat muda…, untuk edisi kali ini saya mohon ijin pada kalian,
tulisan ini saya spesial-kan kepada suadriku para remaja putri. Sebuah kisah
senantiasa mengikuti alam pikirku, yaitu kisah gadis penjual susu pada masa
Khalifah Umar bin Khatab r.a.. Dikisahkan pada masa khalifah Umar bin Khatab
r.a., beliau Sang Khalifah adalah pemimpin teladan yang rajin banget melakukan
ronda keliling kampung pada malam hari. Sebagai seorang pemimpin dia ingin
memastikan keadaan dan keamanaan rakyatnya. Ketika menghampiri suatu rumah,
beliau berhenti sejenak, karena mendengar sayup-sayup percakapan dari dalam
rumah tersebut. Beliaupun nguping percakapan tersebut dengan seksama. Ternyata
penghuni rumah adalah seorang janda dan seorang gadis anaknya yang bekerja
sebagai penjual susu sederhana, dengan modal kecil seadanya.
Senin, 01 September 2014
3 Tipe Penyeru Kebaikan
Perjalanan mudik Idul Fitri 2014 kemarin merupakan pengalaman baru bagi saya dan keluarga. Inilah pertama kali saya, istri dan anak-anak naik Bus dari Klaten ke Purbalingga.Tahun ini kami ingin mencoba menikmati perjalanan tanpa beban dengan Bus Patas AC yang terkenal dengan kenyamanannya.
Di sepanjang perjalanan ketika istri dan anak-anak tertidur, saya berpikir dan merenungi tentang beberapa elemen dari sistem kerja Bus yang sedang saya naiki ini. Namanya PO Effisiensi, sepertinya PO inilah yang menguasai trayek Jogja-Purwokerto & Jogja-Cilacap karena menejemen dan pelayanannya yang amat baik. Saya menarik sebuah analogi diantara elemen yaitu Sopir, Kondektur, dan Agen Bus yang saya temui ke dalam 3 Tipe penyeru kebaikan, baik perseorangan, lembaga training, lembaga pendidikan, lembaga dakwah dan sejenisnya. Analogi ini saya rasakan cocok karena sering saya renungi ketika berada di pusaran penyeru kebaikan tersebut.
Sebelum Penyesalan Abadi Datang
Minggu, 31 Agustus 2014
Agar Cinta Bersemi Indah
Sahabat muda.., ndengerin kata cinta seketika dunia
begitu manis terasa. Perasaan jiwa seakan
bergelora saat bisikan-bisikan tentang cinta menggema. Ngoming tentang cinta
memang tak pernah ada matinya. Kamu
pasti pakarnya banget nih tentang makna kata yang satu ini. Bahkan kalau setiap
dari kamu ditanya, tentu akan mengeluarkan jawaban versinya masing-masing untuk
menjelaskan apa itu cinta. Pada dasarnya cinta memiliki makna yang
seluas-luasnya, yaitu curahan perasaan kepada suatu hal yang universal.
Misalkan cinta kepada orang tua, cinta kepada saudara, cinta kepada pekerjaan
dan lain sebagainya. Cinta model ini didorong oleh faktor kebutuhan jiwa,
spirit dan ruhaniyah. Termasuk di dalamnya cinta kepada Allah SWT yang
merupakan ujung tertinggi dari hahkikat sejatinya cinta dibandingkan kepada
apapun dan siapa pun. Kemudian ada makna cinta dari sudut sempit yaitu perasaan
spesial antara dua insan lawan jenis yang sedang memadu kasih. Menurut pakar
psikologi ada tiga unsur yang berperan di dalamnya, yaitu keintiman, gairah dan
komitmen. Kalo yang satu ini lebih didorong oleh faktor kebutuhan biologis,
kedewasaan dan pemenuhan syahwat.
Mengubah Galau Jadi Kemilau
Dikisahkan
dalam sejarah perjuangan Rasulullah SAW,
pada kisaran tahun 5 H berkecamuklah perang Khondak, yang sering juga disebut dengan perang Al Ahzab
(sekutu). Disebut Al Ahzab dikarenakan kaum muslimin menghadapi kekuatan
konspirasi besar koalisi antara Yahudi dengan Musyrikin Quraisy yang berjumlah
10.000 orang pasukan. Sedangkan pasukan muslim saat itu hanya berjumlah 700an prajurit,
perbandingannya 1:14. Dengan tujuan menghambat musuh yang jumlahnya jauh lebih besar
itu, sahabat Salman Al Farisy menawarkan strategi pembuatan parit di luar kota
Madinah. Strategi ini disepakati oleh Rasulullah SAW, dan proyek pembuatan
parit pun segera dilaksanakan secara swadaya. Kemudian Salman Al Farisy, sang
punya ide ditunjuk langsung sebagai
koordinator pelaksana proyek tersebut.
Tua itu Kepastian, Tapi Dewasa itu Pilihan
Sahabat semua.., saya sering rapat bersama kepala sekolah
- kepala sekolah SMP/MTs sekabupaten Klaten baik sekolah negeri maupun swasta.
Saya amati 95 persen diantara mereka berusia diatas 40 tahun, bahkan tidak
sedikit dari mereka yang mendekati usia pensiun. Dari sekitar 130-an orang KS
tersebut yang berusia dibawah 40 tahun tidaklah lebih dari 5 orang. Setelah
diteliti lebih detail lagi, ternyata sayalah kepala sekolah termuda untuk
jenjang SMP di kabupaten Klaten ini. Satu hal yang saya simpulkan adalah bisa
jadi masyarakat masih menganggap bahwa kedewasaan atau kematangan seseorang
sebanding dengan pengalaman perjalanan usianya. Dari sinilah saya merenungi
tentang hal besar yaitu kaitan anatra usia dan kematangan.
Jumat, 29 Agustus 2014
Tersenyumlah Karena Senyummu adalah Sedekah
Sahabatku…,
males ya rasanya ngliatin wajah orang yang selalu ditekuk penuh cemberut. Apalagi
kalau wajah yang selalu cemberut bahkan terlihat sinis itu adalah orang dekat
kita, lebih-lebih kalau itu guru kita. Wah.., rasanya ngga enak banget. Belajar
kagak nyawan.., boro-boro mudeng dengan apa yang diajarkan. Berada di kelas
sepanjang jam pelajaran saja setiap detik seperti dalam ketegangan. Temen-temen
pasti paling males kalo ada jadwal guru tersebut. Malah bahkan sering doain
agar guru tersebut tidak masuk. Iya kan..?, Biasanya dengan guru model begini
temen sekelas langsung memberi julukan guru killer.
Ternyata memang secara fitrah semua
orang lebih senang melihat orang lain yang wajahnya berseri-seri, ramah penuh
senyuman siapa pun itu orangnya. Senyum dapat dikatakan sebagai kunci dari pribadi
mantap penuh periang.
Langganan:
Postingan (Atom)






