Minggu, 31 Agustus 2014

Tua itu Kepastian, Tapi Dewasa itu Pilihan

Sahabat semua.., saya sering rapat bersama kepala sekolah - kepala sekolah SMP/MTs sekabupaten Klaten baik sekolah negeri maupun swasta. Saya amati 95 persen diantara mereka berusia diatas 40 tahun, bahkan tidak sedikit dari mereka yang mendekati usia pensiun. Dari sekitar 130-an orang KS tersebut yang berusia dibawah 40 tahun tidaklah lebih dari 5 orang. Setelah diteliti lebih detail lagi, ternyata sayalah kepala sekolah termuda untuk jenjang SMP di kabupaten Klaten ini. Satu hal yang saya simpulkan adalah bisa jadi masyarakat masih menganggap bahwa kedewasaan atau kematangan seseorang sebanding dengan pengalaman perjalanan usianya. Dari sinilah saya merenungi tentang hal besar yaitu kaitan anatra usia dan kematangan.

            Didalam sejarah Islam banyak sekali catatan emas pemuda-pemuda hebat yang telah mengguncang dunia hingga akhirat. Usia mereka dapat dibilang masih belia tapi telah mampu menorehkan karya agung nan luar biasa. Ada Sa’ad bin Abi Waqash, seorang ksatria berkuda Muslimin paling berani di saat usianya baru menginjak 17 tahun. Ia dikenal sebagai pemanah terbaik. Ada juga Usamah bin Zaid, namanya terkenal harum sejak usia 12 tahun, seorang pemuda muslim yang kuat. Rasulullah menunjuknya sebagai panglima perang di usianya yang ke-20 dan memimpin armada perang menggempur negara adikuasa Romawi di perbatasan Syiria dengan kemenangan gemilang.
Juga Mush'ab bin Umair. Ia seorang pemuda Islam dari Quraisy terkemuka, gagah dan tampan, penuh dengan jiwa dan semangat kemudaan. Para ahli sejarah melukiskan semangat kemudaannya dengan kalimat: "Seorang warga kota Makkah yang mempunyai nama paling harum." Mush'ab lahir dan dibesarkan dalam kesenangan, dan tumbuh dalam lingkungannya. Mungkin tak seorang pun di antara anak-anak muda Makkah yang beruntung dimanjakan oleh kedua orang tuanya sebagaimana yang dialami Mush'ab bin Umair. Tapi Mush'ab bin Umair lebih memilih menjadi seorang pejuang sejati. Selain itu yang tak kalah terkenalnya adalah kisah heroik Muhammad Al-Fatih. Pada usia 24 tahun ia telah mampu memimpin pasukan menaklukan Konstatinopel. Sesorang yang telah mampu mewujudkan mimpi besar Rasulullah SAW ratusan tahun sebelumnya. Dan tentunya masih banyak lagi catatan emas sejarah lainnya tentang generasi muda muslim yang gagah berani.

Sahabatku yang baik.., coba renungkan bersama usia mereka jika disematkan kepada pemuda kita hari ini. Sebagian besar pemuda dengan usia yang sama hari ini bahkan untuk mengurus dirinya sendiri saja masih belum sepenunya mampu. Apalagi harus mengurusi hal-hal besar berupa buah karya yang berguna bagi  ummat, bangsa dan negara. Mereka lebih memilih menikmati kesenangan-kesenangan semu yang melalaikan, yang menjauhkan mereka dari berkembangnya potensi-potensi dalam diri. Kalau dulu Bung Karno pernah berkata, “Berikan padaku sepuluh orang pemuda, maka akan ku guncang dunia”. Melihat realita pemuda zaman sekarang ini, kata-kata beliau sering diplesetkan, “Berikan aku sepuluh orang pemuda, maka akan ku buat group Boysband”.
Sebenarnya apa itu itu dewasa? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dewasa adalah mencapai usia akil baligh, yaitu bukan anak-anak ataupun remaja lagi. Sedangkan menurut Islam, seseorang baik perempuan maupun laki-laki dikatakan dewasa atau baligh apabila seseorang tersebut sudah mengalami haid bagi perempuan dan mimpi basah bagi laki-laki. Seorang yang baligh telah dianggap mampu menentukan arah dirinya sendiri. Seorang yang baligh juga berkaitan dengan istilah mukallaf, artinya orang yang telah siap dibebani dengan kewajipan dan perintah untuk menjalankan agama serta menjauhi larangan-Nya. Dewasa juga berarti matang. Baik matang secara biologis, maupun secara psikis. Sehingga bisa dikatakan tidak perlu menunggu tua untuk menjadi dewasa.
Dewasa kaitannya erat dengan kematangan sedangkan tua kaitannya sangat erat dengan pertambahan usia. Tanpa berbuat apapun seseorang pasti akan tua. Tapi tak semua orang yang tua pasti dewasa. Buah pikir dari dewasa adalah cemerlangnya ide dan gagasan yang menjulang. Kakinya berpijak di bumi angan-angan mulianya membumbung tinggi sampai penjuru langit. Hasil tindakan nyata dari kedewasaan adalah karya-karya besar yang berguna. Sifat dari kedewasaan adalah tahan banting dan tak mudah menyerah. Bisa jadi seseorang telah tua, tetapi pikiran dan tidakannya masih kekanak-kanakan. Dan bisa jadi pula usia masih belasan atau dua puluhan tapi gagasan, ide dan karyanya telah berguna bagi banyak orang.
Sahabatku yang shaleh dan sahleha..., sudah jelas bahwa tua adah kepastian tapi dewasa adalah pilihan. Tanpa ngapa-ngain kita pasti akan menjadi tua, tapi untuk menjadi dewasa kita harus berusaha. Berikut beberapa hal yang bisa dijadikan bahan belajar untuk menjadi dewasa, antara lain:
Ø  Rajin mengevaluasi diri apa adanya (kekuatan dan kelemahan) sebelum mengevaluasi orang lain, sekaligus mau mengakui kelemahan diri kita
Ø  Berusaha mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
Ø  Menunjukkan kerendahan hati namun tidak rendah diri kecuali di hadapan Allah SWT
Ø  Selalu menambah ilmu pengetahuan dan kapasitas diri.
Ø  Menghormati dan menghargai orang lain.
Ø  Memupuk rasa empati kepada sesama.
Ø  Mensyukuri apapun yang diberikan Allah SWT.

Demikian sahabat, semoga goresan pena yang sedikit ini dapat bemanfaat bagi kita semua agar lebih memilih menjadi dewasa sebelum kita tua.

            Wallahu’alam bishawwab..

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo Saling Belajar