Sahabatku…,
males ya rasanya ngliatin wajah orang yang selalu ditekuk penuh cemberut. Apalagi
kalau wajah yang selalu cemberut bahkan terlihat sinis itu adalah orang dekat
kita, lebih-lebih kalau itu guru kita. Wah.., rasanya ngga enak banget. Belajar
kagak nyawan.., boro-boro mudeng dengan apa yang diajarkan. Berada di kelas
sepanjang jam pelajaran saja setiap detik seperti dalam ketegangan. Temen-temen
pasti paling males kalo ada jadwal guru tersebut. Malah bahkan sering doain
agar guru tersebut tidak masuk. Iya kan..?, Biasanya dengan guru model begini
temen sekelas langsung memberi julukan guru killer.
Ternyata memang secara fitrah semua
orang lebih senang melihat orang lain yang wajahnya berseri-seri, ramah penuh
senyuman siapa pun itu orangnya. Senyum dapat dikatakan sebagai kunci dari pribadi
mantap penuh periang.
Secara rinci
sebenarnya apa sih senyum itu??. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia,
senyum adalah gerak tawa ekspresif
yang tidak bersuara untuk menunjukkan rasa senang, gembira, suka dan sebagainya
dengan mengembangkan bibir sedikit. Menurut pengertian tersebut senyum itu
gerakan bibir tanpa suara, bukan ngekek,
tertawa-ketiwi yang terpingkal-pingkal. Senyum adalah perbuatan fisik yang
efeknya menembus relung jiwa seseorang. Senyum merupakan
perbuatan ringan yang berdampak besar. Senyuman yang tulus bisa mencairkan
suasana ketegangan di antara dua orang yang sedang bermusuhan. Senyuman yang
tulus juga bisa menularkan kebahagiaan pada orang-orang di sekitar kita.
Senyuman yang tulus pula bisa mengeratkan tali persaudaraan.
Selain hal-hal besar diatas yang
paling dahsyat adalah bahwa senyum digolongkan kedalam sedekah dan bernilai
ibadah. Rasulullah SAW bersabda bahwa anak keturunan Adam memiliki kewajiban
untuk bersedekah setiap harinya sejak matahari mulai terbit. Seorang sahabat
yang tidak memiliki apa-apa pun untuk disedekahkan bertanya, “Jika kami ingin
bersedekah, namun kami tidak memiliki apa-apa, lantas apa yang bisa kami
sedekahkan dan bagaimana kami menyedekahkannya?” Rasulullah SAW bersabda,
“Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar
yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan
bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.” (HR Tirmizi dan Abu Dzar).
Subhaanallah.., Allah SWT telah menjadikan senyum sebagai fasilitas
sedekah kita yang sudah barang tentu bernilai pahala. Setiap pancaran senyuman
penuh keikhlasan akan memberikan hawa kesejukan yang membahagiakan orang lain.
Orang lain senang, bahagia dengan apa yang kita lakukan dalam kebaikan maka
mungkin disitulah yang dimaksud dengan sedekah…, Wallahu’alam). Walau demikian hadits tentang senyum ini jangan
disalah artikan ya..!, terus cukup dengan senyam-senyum saja setiap saat sudah
puas bersedekah. Ingat hadits diatas cocoknya bagi mereka yang tak punya
apa-apa tapi punya keinginan yang tinggi untuk bersedekah. Bagi kamu yang punya
harta berlebih bahakan berlimpah, sedekah hartamu amat dinanti untuk
kemaslahatan ummat. Sebaik-baik sedekah adalah yang ikhlas, bermanfaat dan
banyak jumlahnya. He..he.., Kalau kamu masih bingung kemana menyalurkan sedekah
yang jujur, amanah dan tepat sasaran.., maka disinilah tempatnya…, di Dompet
Sejuta Harapan.
Oke.., kembali tentang senyuman. Dari sebuah penelitian (Abel dan
Kruger tahun 2010), menyebutkan orang
yang suka tersenyum sebagai tanda hatinya bahagia ternyata lebih panjang usianya
selama tujuh tahun dibandingkan dengan mereka yang suka marah-marah. Nah loh..,
jadi persis apa yang dikatakan oleh para anak kecil…, jangan cepet marah biar
ndak gampang tua. Studi lain menemukan
bahwa wajah yang gampang tersenyum juga lebih lama diingat oleh orang lain dibandingkan
dengan mereka yang gampang cemberut atau marah-marah. Kalau melihat orang
marah, kita akan bertanya: mengapa dia marah padaku? Tetapi, kalau melihat
orang tersenyum, pertanyaannya adalah: dia itu siapa ya?. Selain itu, senyum
ternyata juga dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Studi yang
dilakukan oleh Scharlemann pada tahun 2001 menemukan bahwa senyuman dapat
meningkatkan kepercayaan diri seseorang sebanyak 10%. Maka tersenyumlah…!
Sahabatku…, tahukah kamu bahwa
untuk tersenyum hanya butuh sedikt gerakan otot? Saat tersenyum, otot
mata mengerut, dua otot sudut bibir tertarik otot di sekitar hidung juga, dua
otot disudut mulut bergerak naik, dan dua otot lagi membuat bibir melebar.
Kalau dihitung, cuma ada 12 otot wajah saja yang bergerak saat seseorang
tersenyum. Untuk cemberut seseorang harus menggerakan sekitar 62 otot. Sedangkan
dalam keadaan marah seseorang harus menggerakan minimal 70 otot. So…, secara
kesehatan pun senyuman juga amat bermanfaat. Selain itu menurut ahli kesehatan
senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungsi imun tubuh bekerja
maksimal saat seseorang merasa rileks. Coba catat tekanan darah saat tidak
tersenyum dan bandingkan dengan tekanan darah saat tersenyum. Setelah
diperiksa, tekanan darah saat tersenyum pasti akan lebih rendah.
Sahabatku yang shaleh…, tersenyumlah setulus-tulusnya, karena tiada
yang rugi dari senyummu itu. Asalkan selama ada orang lain disekitarmu.., kalo
kamu senyam-senyum sendiri.., itu baru bisa berbahaya buatmu. Tersenyumlah..,
karena senyummu itu adalah ibadah. Tataplah hari esok yang berkah dengan senyum
riang penuh kemantapan langkah. Tersenyumlah.., karena senyum itu bahasa
universal yang dimanapun pasti dikenal. Tersenyumlah…, karena senyum itu pintu
kebaikan yang akan membawamu pada cerahnya masa depan.***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Monggo Saling Belajar