Jumat, 29 Agustus 2014

Tersenyumlah Karena Senyummu adalah Sedekah


          Sahabatku…, males ya rasanya ngliatin wajah orang yang selalu ditekuk penuh cemberut. Apalagi kalau wajah yang selalu cemberut bahkan terlihat sinis itu adalah orang dekat kita, lebih-lebih kalau itu guru kita. Wah.., rasanya ngga enak banget. Belajar kagak nyawan.., boro-boro mudeng dengan apa yang diajarkan. Berada di kelas sepanjang jam pelajaran saja setiap detik seperti dalam ketegangan. Temen-temen pasti paling males kalo ada jadwal guru tersebut. Malah bahkan sering doain agar guru tersebut tidak masuk. Iya kan..?, Biasanya dengan guru model begini temen sekelas langsung memberi julukan guru killer. Ternyata memang secara fitrah semua orang lebih senang melihat orang lain yang wajahnya berseri-seri, ramah penuh senyuman siapa pun itu orangnya. Senyum dapat dikatakan sebagai kunci dari pribadi mantap penuh  periang.
Secara rinci sebenarnya apa sih senyum itu??. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, senyum adalah gerak tawa ekspresif yang tidak bersuara untuk menunjukkan rasa senang, gembira, suka dan sebagainya dengan mengembangkan bibir sedikit. Menurut pengertian tersebut senyum itu gerakan bibir tanpa suara, bukan ngekek, tertawa-ketiwi yang terpingkal-pingkal. Senyum adalah perbuatan fisik yang efeknya menembus relung jiwa seseorang. Senyum merupakan perbuatan ringan yang berdampak besar. Senyuman yang tulus bisa mencairkan suasana ketegangan di antara dua orang yang sedang bermusuhan. Senyuman yang tulus juga bisa menularkan kebahagiaan pada orang-orang di sekitar kita. Senyuman yang tulus pula bisa mengeratkan tali persaudaraan.
            Selain hal-hal besar diatas yang paling dahsyat adalah bahwa senyum digolongkan kedalam sedekah dan bernilai ibadah. Rasulullah SAW bersabda bahwa anak keturunan Adam memiliki kewajiban untuk bersedekah setiap harinya sejak matahari mulai terbit. Seorang sahabat yang tidak memiliki apa-apa pun untuk disedekahkan bertanya, “Jika kami ingin bersedekah, namun kami tidak memiliki apa-apa, lantas apa yang bisa kami sedekahkan dan bagaimana kami menyedekahkannya?” Rasulullah SAW bersabda, “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.” (HR Tirmizi dan Abu Dzar).
Subhaanallah.., Allah SWT telah menjadikan senyum sebagai fasilitas sedekah kita yang sudah barang tentu bernilai pahala. Setiap pancaran senyuman penuh keikhlasan akan memberikan hawa kesejukan yang membahagiakan orang lain. Orang lain senang, bahagia dengan apa yang kita lakukan dalam kebaikan maka mungkin disitulah yang dimaksud dengan sedekah…, Wallahu’alam). Walau demikian hadits tentang senyum ini jangan disalah artikan ya..!, terus cukup dengan senyam-senyum saja setiap saat sudah puas bersedekah. Ingat hadits diatas cocoknya bagi mereka yang tak punya apa-apa tapi punya keinginan yang tinggi untuk bersedekah. Bagi kamu yang punya harta berlebih bahakan berlimpah, sedekah hartamu amat dinanti untuk kemaslahatan ummat. Sebaik-baik sedekah adalah yang ikhlas, bermanfaat dan banyak jumlahnya. He..he.., Kalau kamu masih bingung kemana menyalurkan sedekah yang jujur, amanah dan tepat sasaran.., maka disinilah tempatnya…, di Dompet Sejuta Harapan.
Oke.., kembali tentang senyuman. Dari sebuah penelitian (Abel dan Kruger tahun 2010),  menyebutkan orang yang suka tersenyum sebagai tanda hatinya bahagia ternyata lebih panjang usianya selama tujuh tahun dibandingkan dengan mereka yang suka marah-marah. Nah loh.., jadi persis apa yang dikatakan oleh para anak kecil…, jangan cepet marah biar ndak gampang tua.  Studi lain menemukan bahwa wajah yang gampang tersenyum juga lebih lama diingat oleh orang lain dibandingkan dengan mereka yang gampang cemberut atau marah-marah. Kalau melihat orang marah, kita akan bertanya: mengapa dia marah padaku? Tetapi, kalau melihat orang tersenyum, pertanyaannya adalah: dia itu siapa ya?. Selain itu, senyum ternyata juga dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Studi yang dilakukan oleh Scharlemann pada tahun 2001 menemukan bahwa senyuman dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang sebanyak 10%.  Maka tersenyumlah…!
Sahabatku…, tahukah kamu bahwa  untuk tersenyum hanya butuh sedikt gerakan otot? Saat tersenyum, otot mata mengerut, dua otot sudut bibir tertarik otot di sekitar hidung juga, dua otot disudut mulut bergerak naik, dan dua otot lagi membuat bibir melebar. Kalau dihitung, cuma ada 12 otot wajah saja yang bergerak saat seseorang tersenyum. Untuk cemberut seseorang harus menggerakan sekitar 62 otot. Sedangkan dalam keadaan marah seseorang harus menggerakan minimal 70 otot. So…, secara kesehatan pun senyuman juga amat bermanfaat. Selain itu menurut ahli kesehatan senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Coba catat tekanan darah saat tidak tersenyum dan bandingkan dengan tekanan darah saat tersenyum. Setelah diperiksa, tekanan darah saat tersenyum pasti akan lebih rendah.

Sahabatku yang shaleh…, tersenyumlah setulus-tulusnya, karena tiada yang rugi dari senyummu itu. Asalkan selama ada orang lain disekitarmu.., kalo kamu senyam-senyum sendiri.., itu baru bisa berbahaya buatmu. Tersenyumlah.., karena senyummu itu adalah ibadah. Tataplah hari esok yang berkah dengan senyum riang penuh kemantapan langkah. Tersenyumlah.., karena senyum itu bahasa universal yang dimanapun pasti dikenal. Tersenyumlah…, karena senyum itu pintu kebaikan yang akan membawamu pada cerahnya masa depan.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo Saling Belajar