Selasa, 10 Desember 2013

Menjadi Manusia Super


Sahabatku…, pastinya kalian semua sudah tahu dong tentang sesosok sang manusia super yang bernama Superman. Bagaimana sosok superman dibenak kalian? So pasti, ia adalah sosok istimewa, manusia yang oke punya, kehebatannya luar biasa, sosok pahlawan pembela kebenaran yang muncul untuk menumpas kejahatan. Tapi perlu disadari bahwa Superman adalah tokoh fiksi, tokoh buatan atau tokoh yang dimunculkan bukan dari kisah nyata. Karakter Superman pertama kalinya dimunculkan oleh Penerbit komik DC Comics dari Amerika Serikat. Bahkan Superman secara luas telah dianggap sebagai ikon budaya yang melambangkan kekuatan Amerika Serikat. Begitu pula dengan tokoh-tokoh super hero lainnya, masing-masing melambangkan kekuatan manusia super dari negaranya. Sebagai contoh Ultraman, Satria Baja Hitam, Naruto, dan kawan-kawan yang mewakili kekuatan karakter super hero dari Jepang. Serta masih banyak lagi yang lainnya.
Karena gambaran kehebatannya itu, banyak orang yang gandrung terhadap aksi-aksi sang super hero tersebut. Dari kalangan anak-anak kecil, anak muda bahkan orang tua pun menyukai film-film yang menampilkannya. Hampir setiap film yang menampilakan super hero tersebut jadi film favorit, selalu dinanti untuk ditonton. Sebenarnya tanpa jadi seperti super hero pun sesorang bisa menjadi manusia super. Terus, yang kaya apa manusia super yang yang dimaksud itu? Oke.., kita mulai saja.. Pada dasarnya manusia memiliki 3 potensi dasar yang dibawanya sejak lahir. Potensi itu adalah fisik, akal dan hati. Adapun penjelasan tentang 3 potensi itu sebagai berikut:
Pertama, potensi dasar yang dimiliki oleh manusia adalah potensi fisik. Setiap manusia hidup sudah pasti memiliki jasad atau fisik tubuh. Allah SWT telah menciptakan tubuh manusia dengan sebaik-baiknya ciptaan. Didalamnya terdapat struktur organ yang rumit dan canggih. Semua organ saling berkordinasi untuk memainkan peran masing-masing, dengan kordinasi yang baik sehingga  menimbulkan gerak dinamis yang indah dan utuh. Dengan potensi ini manusia dapat menikmati hidupnya. Kaki bisa melangkah dan berlari, tangan bisa digunakan untuk mengangkat, pundak dapat memikul, itu semua adalah sebagian contoh kecil dari potensi fisik yang dimiliki oleh manusia.
 Potensi yang kedua adalah Potensi akal. Akal adalah potensi yang begitu istimewa. Akal ini hanya terdapat pada seorang makhluk yang bernama manusia. Itulah yang membedakan antara manusia dengan binatang, tumbuhan, setan, jin, dan malaikat sekalipun. Dengan akal manusia bisa berfikir, dimana hasil fikirnya mampu dimanfaatkan untuk memperbaiki kehidupannya. Dengan akal pula manusia mampu berbuat lebih dan melakukan kreasi dan inovasi. Itu semua demi menunjang kehidupan manusia supaya lebih baik.
Potensi yang ketiga adalah potensi hati. Hati adalah pusat kendali jiwa. Apabila ia baik maka seluruh anggota tubuhnya dan perbuatannya akan baik dan apabila ia buruk maka keburukan pula yang akan terjadi. Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia”. Dengan hati manusia dapat menjiwai segala apa yang ia rasakan, ia inginkan dan lakukan.
Terus apa kaitannya tiga potensi diatas dengan Sang Manusia Super yang akan kita maksud. Manusia super adalah mereka yang mampu mengaktivisikan potensi fisik, akal dan hati secara maksimal, seimbang dan  bersamaan. Manusia super adalah mereka yang memiliki jasad yang seger, akal yang pinter dan hati yang bener yang menyatu padu dalam setiap langkah hidupnya. Mereka adalah pribadi yang sehat, kuat, nda gampang sekarat. Mereka juga pribadi yang cerdas, pandai dan cerdik apalagi sekedar urusan akademik. Selain itu mereka juga pribadi yang baik hati, sholeh, bermanfaat bagi ummat serta gemar berbagi.
Badan yang seger diupayakan dari bagaimana seseorang mempunyai kepedulian terhadap tubuhnya. Mereka yang memilikinya adalah mereka yang memperhatikan kesehatan tubuhnya. Makan teratur, tidur cukup, olahraga rutin dan lain-lain. Akal yang pinter dicerminkan bagaimana seseorang punya kesungguhan mengasah akalnya, rajin belajar, mikirin yang positif-positif, dan punya tekad kuat untuk menuntut ilmu. Hati yang bener cerminan dari hubungannya yang amat baik dengan Sang Khaliq, Allah SWT. Rajin ibadah, bahkan ibadah-ibadah khusus, suka bermasyarakat, berguna bagi orang lain adalah secuil gambaran diantaranya.
Tidak banyak orang yang mampu hadir sebagaimana manusia super yang dimaksud. Tetapi yang terjadi malah sebaliknya terlalu banyak orang yang mengalami ketimpangan diantara tiga potensi tersebut. Ada orang yang jasadnya seger, akalnya pinter tetapi hatinya ndak bener. Merekalah golongan orang-orang yang  keblinger. Suatu bangsa bisa rusak karena golongan orang-orang yang kaya beginian. Jasmaninya sehat, otaknya cerdas tapi digunakan untuk tujuan-tujuan yang ndak baik, untuk menipu, korupsi, sok kuasa dan menindas yang lemah.
 Ada orang-orang yang akalnya pinter, hatinya bener tetapi jasadnya ndak seger. Inilah golongan orang-orang yang gampang klenger. Orang-orang yang seperti ini sebenarnya baik, tetapi sayang karena gampang sakit dan lemah fisik susah memaksimalkan kebaikannya baik buat diri sendiri maupun orang lain.  Kena hujan dikit pilek.., kena angin dikit masuk angin.., dikit-dikit begini…, dikit-dikit begitu. Golongan ini membutuhkan energi yang luar biasa agar bisa lebih maju.
Ada pula orang-orang yang memiliki jasad seger, hati bener tetapi akalnya ndak pinter. Inilah golongan orang yang gampang minder. Mereka adalah orang yang sehat dan sholeh. Tapi sayang karena akalnya “kurang terasah” menjadi golongan yang tertinggal, gampang kena tipuan serta kadang juga menjadi golongan yang tertindas.
Sahabatku.., semoga Allah SWT memberikan kekuatan pada kita agar diberi kebaikan jasad, akal dan hati. Karena kalau mau pengin jadi pribadi yang rajin ibadah, butuh ilmu dan fisik yang kuat. Mau berfikir, bekerja dan berkarya butuh landasan keimanan agar tak terperosok dalam jurang ketersesatan.

 Wallahu’alam bishshawab


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo Saling Belajar