Sabtu, 11 Agustus 2018

Generasi Penjaga Kemerdekaan


Juma’at dini hari, 17 Agustus 1945 pukul 02.00 bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364 H menjelang waktu sahur tiba, terlihatlah kesibukan yang luar biasa di rumah Laksamana Tadashi Maeda di jalan Imam Bonjol no. 1 Jakarta.  Fajar belum jua menyapa kala para insan pelopor pendiri bangsa berjuang keras tuk merumuskan terbukanya pintu gerbang kemerdekaaan yang seluas-luasnya bagi negeri tercinta.  Golongan tua yang dipelopori oleh Bung Karno dan Bung Hatta ”dimotivasi” oleh golongan muda yang dipelopori oleh Sayuti Melik dan kawan-kawannya untuk segera menyelesaiakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada hari itu juga.

Sabtu, 31 Maret 2018

INSPIRASI FISIKA


Al-Fatih, Sang Panglima Perang dan
Kecerdasannya tentang Konsep Gaya Gesek
 Oleh: Wasis Pambudi, S.Pd

Konstantinopel merupakan kota terkuat sebagai kota pertahanan pada zamannya. Bahkan, kota ini mendapat julukan, "The City With Perfect Defense" Kota ini dilindungi dengan tembok yang mengelilingi kota secara total baik wilayah laut maupun wilayah daratnya. Tembok-tembok ini menjulang tinggi dan berlapis-lapis. Tembok luar setinggi 25 meter dan setebal 10 meter dan tembok dalam setinggi 12 meter dan setebal 15 meter. Belum lagi, orang-orang Konstantinopel membentangkan rantai raksasa sepanjang 275 meter untuk menutup akses ke Teluk Tanduk Emas di kedua batasnya. Dengan susunan 60 cm setiap mata rantainya, dan tebal besi 4 cm, rantai ini memberikan sebuah blokade sempurna sehingga tak satupun kapal dapat melewatinya. 

Rabu, 11 Januari 2017

Resonansi Kebaikan




Sahabat sekalian..., pasti kalian pernah kenal sama istilah yang satu ini. Kalian pernah denger kan tentang istilah resonansi?. Itu lhoh salah satu materi dalam pelajaran IPA Fisika yang sudah diajarkan sejak kelas 6 SD dan diulangi kembali pembahasannya di kelas 8 SMP. Masih ingat kan?... Menurut pelajaran yang pernah kita dapatkan dulu, resonansi merupakan peristiwa turut bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran benda lain yang frekuensinya sama. Dalam kehidupan sehari-hari resonansi sangat sangat penting dan bermanfaat, terutama di dalam dunia musik. Dawai tak akan dapat menghasilkan nada yang nyaring tanpa adanya kotak resonansi. Pada gitar terdapat kotak atau ruang udara tempat udara ikut bergetar apabila senar gitar dipetik. Udara di dalam kotak ini bergerak dengan frekuensi yang sama dengan yang dihasilkan oleh senar gitar.

Senin, 09 Januari 2017

Back To Home




Teman-teman.., kalian pasti sering ketemu kan sama kata Home dan House dalam Bahasa Inggris. Tahu ndak?.., ternyata keduanya mimiliki makna kandungan yang berbeda jauh lho. Meskipun keduanya menurut kamus Inggris – Indonesia di-translete dengan pengertian yang sama yaitu “rumah”. Home dan House memiliki makna dari dua buah sisi yang berbeda. Keduanya memiliki perbedaan penting dan tak boleh dihiraukan. So.., simak yuk!!
Home merupakan sebuah tempat/bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal. Bangunan ini ditempati oleh satu orang manusia atau lebih yang biasanya memiliki hubungan keterikatan, yang dinamakan keluarga. Dalam bangunan ini memiliki unsur kebersamaan, kenyamanan, kasih sayang serta kebahagiaan terhadap manusia-manusia yang berada di dalamnya. Sedangkan house berbeda, ini hanyalah sebuah kata yang mewakili arti fisik dari bangunan rumah itu sendiri. Singkatnya, home bicara tentang ikatan emosional yang menyertai sebuah bangunan yang bernama rumah beserta seluruh isi yang terkandung di dalamnya. Sedangkan house berbicara tentang gambaran fisik sebuah rumah.

Senin, 11 Juli 2016

Gelora Asmara Di Asrama (Cerpen Pembangun Jiwa)




Petang itu wajah Afisa meredup bak remang malam yang mulai datang menyapa senja. Afisa, seorang santriwati pondok pesantren yang "mewah", mepet sawah bernama Pondok HIRMA. Dua tahun yang lalu ia tiba di pondok itu dengan semangat penuh juang dan hati bersuka riang. Parasnya amat ceria, memancarkan pesona jiwanya yang sholeha. Balutan jilbab lembut yang menutup kepala, menandakan ia benar benar gadis yang hidupnya penuh makna. Matanya begitu tajam menatap misteri  masa depan yang masih luas membentang. Langkahnya pun begitu mantap, tuk menggapai harpan yang ia gantungkan jauh diatas atap.
Tapi petang itu, ada yang lain bergejolak pada dirinya. Jiwanya galau, resah tak tentu arah. Hatinya bimbang, dengan apa yang ia alami akhir-akhir ini. Ada perasaan lain yang hadir menyirami sekujur tubuh dan raganya. Perasaan yang tiba-tiba hadir dan tak kuasa ia usir. Tak diduga ia punya rasa kepada seseorang di pondok sebrang, di pondok HIRMA putra. Rasa yang ketika ia hanyut padanya, hatinya turut berbunga. Jiwanya pun melayang bak menari di atas awan.

Rabu, 08 Juni 2016

Realita Generasi Muda Masa Kini




          Membahas “istilah generasi muda” memang ndak pernah ada akhirnya. Kata “Pemuda” sering digunakan untuk mewakili istilah generasi muda yang di dalamnya terdapat kaum laki-laki dan  perempuan. Walaupun dalam kehidupan berbahasa kadang sering dibedakan antara pemuda dan pemudi berdasarkan jenis kelaminnya, tapi pada dasarnya kata “pemuda” telah mewakili kedua-duanya.  Kata pemuda memiliki banyak versi makna. Secara umum disebutkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pemuda bermakna setiap orang yang masih muda. Sedangkan lebih detail disebut dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan, mendefinisikan pemuda adalah mereka yang berusia antara 16 tahun hingga 30 tahun. Selain itu, secara psikologis mendengar kata “pemuda” akan membuat orang berpikir tentang sosok yang memiliki energi lebih, semangat membara, kekuatan yang tiada habisnya, daya kreasi yang tak pernah henti, dan generasi penerus kepemimpinan di masa depan. Secara garis besar dapat kita simpulkan bahwa pemuda adalah mereka yang sedang berada pada usia produktif, berkembang dan bergerak terus menuju kemapanan fisik maupun mental.

Senin, 23 Mei 2016

Memandang Unik.., Nilai Akademik




Kawan.., beberapa waktu yang lalu teman-teman kita kelas IX SMP dan kelas XII SMA baru saja menempuh Ujian Nasional tahun 2016. Ujian Nasional merupakan evaluasi tahap akhir yang dilaksanakan secara nasional dan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Tujuan dari ujian ini, tidak lain adalah sebagai bentuk standarisasi nilai yang diberlakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kepada semua sekolah tanpa memandang status sekolah negeri atau swasta, di perkotaan ataupun di pelosok desa. Semua mendapat aturan yang sama, porsi yang sama, mengikat, jelas, dan tegas.